cd_sex
Sabtu, 03 Maret 2012
Senin, 25 April 2011
Cerita Sex Pemerkosaan Artis Idola
Feny menginap dengan 2 sahabatnyanya di dua kamar kelas deluxe di lantai 4 hotel tempat saya bekerja. Namanya, Wulan (nama samaran juga) dan Dany. Wulan orangnya kecil mungil. Namun memiliki ukuran buah dada yang indah, tidak besar, tidak juga terlalu kecil. Sepertinya, Wulan yang berusia paling kecil di antara mereka semua. Mungkin baru menginjak 16 tahun. Dan satu lagi, teman mereka dari Bali bernama Wayan, dia yang sering mengantar mereka bertiga. Jam menunjukkan pukul 2 dini hari. Feny, Wulan dan Dany pulang diantar oleh Wayan dengan mobil hardtopnya. Sambil ketawa ketiwi, mereka bertiga turun dari mobil untuk memasuki lobby hotel. Dari suara tercium aroma minuman keras yang cukup menyengat. Nampaknya Feny dan Dany mabuk berat. Sebagai satu-satunya office boy yang ada di lobby, gw pun bergegas menghampiri tamu-tamu istimewa hotel itu.
'Serius kamu bisa handle.'Teriak Wayan dari atas mobil hartopnyanya.
'Tenang aja. Nia gini-gini bisa urus Mbak Feny dan Mas Dany kok. Wayan pulang aja, katanya orang rumah ada yang sakit. Aman. Tolong bantu saya papah teman-teman ke atas ya, Mas.' Kata Wulan sambil memerintahku untuk memapah Dany.
Dengan sigap gw memapah Dany di tangan kananku. Tangan kiriku membantu Wulan yang sempoyongan menahan berat Feny yang tidak sanggup dipikul oleh tubuh mungilnya. Tangan kiriku benar-benar membuat iri semua bagian tubuh yang lain. Kulit Feny benar-benar halus. Mungkin karena sering perawatan, pikirku. Dalam kondisi memapah sering kali tanganku bersentuhan dengan susunya yang besar itu. Tentu saja, setiap sentuhan ini membuat adik jadi siaga satu. 'Ini kesempatan langka, gw harus mendapatkan tubuh idamanku ini..'Batinku. Kami memasukkan Dany lebih dulu. Karena kamarnya paling dekat dengan pintu lift. Setelah itu, gw dikelilingi dua wanita cantik ini berjalan menuju kamar 418 yang ada di ujung lorong. Dalam kelebatan cahaya lampu lorong, Wulan yang berjalan di depan kami berdua. Tubuhnya yang mungil menawarkan sex appeal tersendiri. Sensual dalam mungilnya. Hmmm...Cantik juga ABG ini, kata gw dalam hati sambil tangan kiriku mulai nakal meremas-remas susu Feny. kontol gw semakin tegang karenanya. Feny & Wulan, gw menginginkan kalian berdua malam ini.
'Oke,saya bisa sendiri,Mas.'Kata Wulan setelah membuka pintu kamar. 'Ga apa-apa,Non. Saya antar aja sampe ke dalam...'Kata gw berani mengingat situasi hotel yang sudah sepi. gw menerobos pintu kamar sambil mendorong Wulan. 'Apa-apaan ini, Mas....'Bentak Wulan. 'Eh...diam kamu. Atau saya kalap dan bunuh kalian berdua.'Ancamku sambil menutup pintu kamar, dan mengDanygi kuncinya. 'Non Wulan duduk di sana!!!' Perintahku semakin berani setelah Wulan menunjukkan ketakutan pada gw. Wulan pun duduk di kursi yang ada dekat tempat tidur king size. gw pun meletakkan tubuh Feny terlebih dahulu di kasur.
'Eeeemmm....'Feny bereaksi ketika tubuhnya terhempas. susunya sempat terguncang. Membuatku semakin terangsang. Tapi nanti dulu, sayang. gw ingin dipanaskan dulu oleh bibir mungil Wulan,pikirku sambil menelan air ludah. gw pun menghampiri Wulan. 'Kamu masih mau hidup,bukan?' Kata gw pada Wulan. Diikuti anggukan pelan Wulan. 'Kalo gitu ikuti perintahku.....buka reslitingku. Dan elus kontol gw dengan lembut.' Wulan menuruti. Terlihat masih canggung. Mungkin dia belum pernah melakukannya pada cowok lain. kontol gw langsung menegang dengan elusan Wulan. Ukurannya yang 18 centi dengan diameter yang gede, membuat tangan mungil Wulan tidak bisa menggenggamnya dengan utuh.
'Aaaahh...hh..hh..Kamu berbakat sekali,sayang. Sekarang kulum dia.'Perintah gw lagi. Wulan terdiam, sepertinya dia agak bingung. 'Hisep....atau kamu mampus.'Bentak gw membuyarkan kebingungannya. gw sodorkan kontol gw di bibirnya yang seksi. Dan Wulan pun bekerja sesuai perintah gw. Mulutnya terbuka penuh menerima kontol gw yang sudah berdiri gagah. Meskipun hanya 1/3 masuk tapi hangatnya mulut Wulan membuat sensasi yang luar biasa. gw pun menarik rambut kepalanya untuk maju mundur demi menambah kenikmatan langka ini. Sambil menangis, Wulan melakukannya dengan baik untuk level pemula. Sesekali dia mau tersedak, ketika gw memaksakan untuk lebih masuk lagi. Tangan gw yang satu lagi menyobek kaos tipis yang dikenakannya hingga memperlihatkan seluruh isi dadanya yang putih bersih ini.
'Aaaacchhh....hebat kamu cantik. Sudah cukup. Cukup. Sekarang, kamu liat baik-baik. Ini show hebat yang ga ada di sinetronmu.'Kata gw sambil mencabut kontol gw yang sudah siap tempur. gw beralih ke arah ranjang. gw buka resliting Feny yang masih tidur dalam kondisi maboknya. Setelah gw pelorot Jeans ketat itu, sempat gw tertegun melihat pemandangan di depan gw. Aiiiih, Mak. Seksi sekali paha punya artis ini. Tidak seperti pelacur yang biasa gw sambangi. Ya, iya lah bodoh, ini kan artis!hohoho.. Tangan gw beralih ke kaos putih ketat milik Feny. gw angkat perlahan hingga lepas. Sempat gw cium dan gw gigit lehernya karena begitu gemas dengan keindahan luar biasa ini. Dan dengan buru-buru gw lepas bra milik Feny hingga memperlihatkan gundukan indah milik artis idola gw ini. Sempat gw main-mainkan dua putingnya. Lalu ciuman turun ke perut dan terus turun ke bawah. Menuju liang kenikmatan gadis tercantik di Indonesia ini.
'Aaaaacchhh...'Feny sempat mendesah sesaat setelah lidah gw mengaduk memeknya. Harum sekali memek milik artis ini. Membuat gairah gw semakin melambung tinggi. Setelah memeknya gw rasakan cukup basah. gw mengambil posisi tempur. Adik gw sudah menghunus dengan tidak sabarnya. Dua tangan gw memegang pinggul ramping Feny. Dan pelan-pelan kontol gw yang sudah menempel di bibir memek ini bergerak menembusnya. Feny sempat mengejang dengan penetrasi ini. Tapi pengaruh alkohol membuat dia tidak bisa keluar dari kondisi tidak sadarnya. 'Tolong jangan....Mas,kasihan mbak Feny..'Nia merengek di kursi tempatnya duduk sambil menutupi dua susunya yang sudah bebas menggantung. 'Eh...diam kamu. Liat aja. Masih rewel juga gw potong lehermu.' Bentak gw. Dengan tidak sabar gw hentakkan pantat gw hingga kontol perkasa gw meluncur menusuk semakin dalam. 'Aaaaaahhh...hh...enak sekali punyamu Feny gw. Akhirnya gw bisa mencicipimu.'Desah gw dengan napas terputus-putus. Memang memiaw Feny ternyata sudah tidak perawan. Tapi nampaknya, siapa pun kontol yang pernah bekerja dengannya tidak sebesar milik gw. Sempat gw diamkan kontol gw yang sudah terbenam seluruhnya untuk merasakan pijatan erotis memek Feny.
'Eeeemmm..mm..aaaah..'Feny dalam pingsannya tampaknya juga masih merespon rangsangan dari genjotangw yang mulai cepat. Peluh mengalir di tubuh gw menandakan ritme 'pekerjaan' ini semakin cepat. gw merapatkan dada gw ke dada Feny. Merasakan kenyalnya susu artis ini menempel di dada gw. Bibir gw seolah tidak mau ketinggalan, terus mengulum bibir yang beraroma alkohol ini, lehernya yang jenjang. Tangan gw dengan gemas meremas kuat dua susu Feny bergantian. Tubuh Feny berguncang-guncang di atas ranjang empuk menerima hujaman kontol gw yang semakin liar. susunya naik turun menggemaskan. Sensasi yang luar biasa, aaaah...bejo-nya gw, gumam gw dalam hati. Remasan memek Feny juga mulai terasa semakin kuat mencengkram. Liangnya yang semakin basah, semakin membuat gerakan dan manuver kontol gw semakin lancar. 'Aaaaah...Feny- gw. Nikmat sekali.' gw menyerocos ga jelas karena kenikmatan luar biasa ini.
Tangan gw mencengkram kasar pinggul Feny. Pantat gw semakin bertenaga naik turun. Dan kemaluan gw yang besar sudah mulai berkedut-kedut menandakan orgasme sebentar lagi datang melanda. gw tanjapkan dalam-dalam semua batang kontol gw dalam liang kenikmatan Feny, disertai semburan air mani yang luar biasa mengalir menambah sensasi sebuah orgasme. 'Uuuuuuugggghhh....'Tubuh gw ambruk seiring melemasnya seluruh tubuh gw. kontol gw masih tertancap dengan semua kenikmatan yang baru saja didakinya. keringat gw meleleh membasahi seluruh badan Feny yang masih terlelap dengan tak bersalahnya. 'Aaaahhh...nikmat sekali. Kamu lihatkan, Wulan. Itu tadi seks yang fantastis,bukan?' Kata gw puas sambil melirik Wulan yang duduk sambil menekuk dua lututnya menutupi susunya. gw tahu di sela pergumulan gw tadi, beberapa kali Wulan tak tahan juga untuk melirik apa yang sedang terjadi. Nafasnya terdengar terengah karena terangsang oleh apa yang dia lihat dan dengar. 'Aaah...'gw mencabut kontol gw yang sudah mulai menciut dari memek Feny. Menyisakan ceceran air mani yang mengalir di sela memek yang enak ini. Tubuh gw ambruk di samping idaman gw.
Wulan ga bisa ngomong dan tidak bisa berbuat apa kerana hanya bisa diam saja menyaksikan temannya diperkosa di hadapannya dan hanya bisa meratapi nasibnya! Cerita Sex Diatas akan dilanjutkan ke pemerkosaan artis idola part 2! jadi tongkrongin terus situs cerita sex dan cerita dewasa khusus bahasa indonesia ini!
Cerita Dewasa Pemerkosaan oleh Tukang Bangunan
Karena gw dilahirkan dari keluarga yang taat agama, maka gw pun seorang yang taat agama.Setelah pernikahan menginjak usia 1 tahun, suami gw oleh perusahaan ditugasi untuk bekerja di pabrik di daerah bogor. Sebagai fasilitas, kami diberikan sebuah rumah sederhana di komplek perusahaan. Sebagai seorang istri yang taat, gw menurutinya pindah ke tempat itu. Komplek tempat tinggal gw ternyata masih kosong, bahkan di blok tempat gw tinggal, baru ada rumah kami dan sebuah rumah lagi yang dihuni, itu pun cukup jauh letaknya dari rumah kami.
Karena rumah kami masih sangat asli kami belum memiliki dapur, sehingga jika kami mau memasak gw harus memasak di halaman belakang yang terbuka, ciri khas rumah sederhana. Akhirnya suami memutuskan untuk membangun dapur dan ruang makan di sisa tanah yang tersisa, kebetulan ada seorang tukang bangunan yang menawarkan jasanya. Karena kami tidak merasa memiliki barang berharga, kami mempercayai mereka mengerjakan dapur tersebut tanpa harus kami tunggui, suami tetap berangkat ke kantor sedangkan gw tetap kuliah.
Sampai suatu hari, gw sedang libur dan suami gw tetap ke kantor. Pagi itu setelah mengantar Bang Zukri sampai ke depan gerbang, gw pun masuk ke rumah. Sebenarnya perasaan gw sedikit tidak enak di rumah sendirian karena lingkungan kami yang sepi. Sampai ketika beberapa saat kemudian Om Wahya dan dua orang temannya datang untuk meneruskan kerjanya. Dia tampak cukup terkejut melihat gw ada di rumah, karena gw tidak bilang sebelumnya bahwa gw libur.
“Eh, kok Buk Tiwi nggak berangkat kuliah..?”
“Iya nih Om Wahya, lagi libur..” jawab gw sambil membukakan pintu rumah.
“Kalo gitu gw mau nerusin kerja di belakang Neng..” katanya.
“Oh, silahkan..!” kata gw.
Tidak lama kemudian mereka masuk ke belakang, dan gw mengambil sebuah majalah untuk membaca di kamar tidur gw. Namun ketika baru saja gw mau menuju tempat tidur, gw lihat melalui jendela kamar Om Wahya sedang mengganti pakaiannya dengan pakaian kotor yang biasa dikenakan saat bekerja. Dan alangkah terkejutnya gw menyaksikan bagaimana Om Wahya tidak menggunakan pakaian dalam. Sehingga gw dapat melihat dengan jelas otot tubuhnya yang bagus dan yang paling penting kontolnya yang sangat besar jika dibandingkan milik suami gw.
Gw seketika terkesima sampai tidak sadar kalau Om Wahya juga memandang gw. “Eh, ada apa buk..?” katanya sambil menatap ke arah gw yang masih dalam keadaan telanjang dan gw lihat kontol itu mengacung ke atas sehing terlihat lebih besar lagi. Gw terkejut dan malu sehingga cepat-cepat menutup jendela sambil nafas jadi terengah-engah. Seketika diri gw diliputi perasaan aneh, belum pernah gw melihat laki-laki telanjang sebelumnya selain suami, bahkan jika sedang berhubungan sex dengan suami gw, suami masih menutupi tubuh kami dengan selimut, sehingga tidak terlihat seluruhnya tubuh kami.
Gw mencoba mengalihkan persaan gw dengan membaca, tetapi tetap saja tidak dapat hilang. Akhirnya gw putuskan untuk mandi dengan air dingin. Cepat-cepat gw masuk ke kamar mandi dan mandi. Setelah selesai, gw baru sadar gw tidak membawa handuk karena tadi terburu-buru, sedangkan pakaian yang gw kenakan sudah gw basahi dan penuh sabun karena gw rendam. Gw bingung, namun akhirnya gw putuskan untuk berlari saja ke kamar tidur, toh jaraknya dekat dan para tukang bangunan ada di halaman belakang dan pintunya tertutup. Gw yakin mereka tidak akan melihat, dan gw pun mulai berlari ke arah kamar gw yang pintunya terbuka.
Namun baru gw akan masuk ke kamar, tubuh gw menabrak sesuatu hingga terjatuh. Dan alangkah terkejutnya, ternyata yang gw tabrak itu adalah Om Wahya.
“Maaf Buk.., tadi gw cari Buk Tiwi tapi Buk Tiwi nggak ada di kamar. Baru gw mau keluar, eh Buk tiwi nabrak gw..” katanya dengan santai seolah tidak melihat kalau gw sedang telanjang bulat.
Gw begitu malu berusah bangkit sambil mentupi dada dan bagian bawah gw.
Namun Om Wahya segera menangkap tangan gw dan berkata, “Nggak usah malu Neng.., tadi Buk juga udah ngeliat punya gw, gw nggak malu kok..”
“Jangan Pak..!” kata gw, namun Om Wahya malah mengangkat gw ke arah halaman belakang menuju dua orang temannya. Gw berusaha memberontak dan berteriak, tapi Om Wahya dengan santainya malah berkata, “Tenang aja Buk.., di sini sepi. Suara teriakan Buk nggak bakal ada yang denger..” Melihat tubuh telanjang gw, kedua teman Om Wahya segera bersorak kegirangan. “Wah, bagus betul ni tetek..” kata yang satu sambil membetot dan meremas payudara gw sekeras-kerasnya.”Tolong jangan perkosa gw, gw nggak bakalan lapor siapa-siapa…” kata gw. “Tenang aja deh kamu nikmati aja…” kata teman Om Wahya yang badannya sedikit gendut sambil tangannya meraba bulu kemaluan gw, sedang Om Wahya masih memegang kedua tangan gw dengan kencang.
Tidak berapa lama kemudian gw lihat ketiganya mulai melepas pakaian mereka. Gw melihat tubuh-tubuh mereka yang mengkilat karena keringat dan kontol mereka yang mengacung karena nafsunya. Dengan cepat mereka membaringkan tubuh gw di atas pasir. Kemudian Om Wahya mulai menjilati kemaluan gw.
“Wah.., memeknya wangi loh..” katanya.
Gw segera berontak, namun kedua teman Om Wahya segera memegangi kedua tangan dan kaki gw. Yang botak memegang kaki, sedangkan yang gendut memegang kedua tangan gw sambil menghisap puting susu gw. Tidak berapa lama kemudian Om Wahya mulai mengarahkan kontolnya yang besar ke lubang memek gw. Dan ternyata, yang tidak gw duga sebelumnya, rasanya ternyata sangat nikmat. Benar-benar berbeda dengan suami gw. Namun karena malu, gw terus berontak sampai Om Wahya mulai mengoyangkan kontolnya dengan gerakan yang kasar, tapi entah kenapa gw justru merasa kenikmatan yang luar biasa, sehingga tanpa sadar gw berhenti berontak dan mulai mengikuti irama goyangnya.
Melihat itu kedua teman Om Wahya tertawa dan mengendurkan pegangannya. Mendengar tawa mereka, gw sadar namun mau memberontak lagi gw merasa tanggung, sehingga yang terjadi adalah gw terlihat seperti sedang berpura-pura mau berontak namun walau dilepaskan gw tetap tidak berusaha melepaskan diri dari om wahya.
Tidak lama kemudian Om Wahya membalikkan tubuh gw dalam posisi doggie tanpa melepaskan miliknya dari kemaluan gw. Melihat itu, tanpa dikomando si gendut langsung memasukkan kontolnya ke mulut gw. Gw berusaha berontak, namun si gendut menjambak gw dengan keras, sehingga gw menurutinya. Gw benar-benar mengalami sensasi yang luar biasa, sehingga beberapa saat kemudian gw mengalami orgasme yang luar biasa yang belum pernah gw alami sebelumnya. Tubuh gw menjadi lemas dan jatuh tertelungkup. Namun tampaknya Om Wahya belum selesai, sehingga genjotannya dipercepat sampai kemudian dia mencapai kelimaks dan memuntahkan spermanya ke dalam rahim gw.
Begitu Om Wahya mencabutnya, si botak langsung memasukkan kemaluannya ke dalam milik gw tanpa memberi waktu untuk istirahat. Tidak lama kemudian si gendut mencapai kelimaks, dia menekan kemaluannya ke dalam mulut gw dan tanpa aba- aba, langsung menembakkan spermanya ke dalam mulut gw. Banyak sekali spermanya yang gw rasakan di mulut gw, namun ketika gw hendak membuang sperma itu, Om Wahya yang gw lihat sedang duduk beristirahat berkata.
“Jangan dibuang dulu, cepet kamu kumur-kumur mani itu yang lama… pasti nikmat… ha.. ha.. ha..”
Dan seperti seekor kerbau yang bodoh, gw menurutinya berkumur dengan seperma itu. Sementara si botak terus mengocok kontolnya di dalam kemaluan gw, gw melihat Om Wahya masuk ke dalam rumah gw dan keluar kembali dengan membawa sebuah terong besar yang gw beli tadi pagi untuk gw masak serta sebuah kalung mutiara imitasi milik gw. Tidak berapa lama kemudian si botak mencapai kelimaks dan gw pun terjatuh lemas di atas pasir tersebut. Melihat temannya sudah selesai, Om Wahyamenghampiri gw sambil memaksa gw kembali ke posisi merangkak.
“Sambil menunggu tenaga kita kembali pulih, mari kita lihat hiburan ini..” katanya sambil memasukkan terong ungu yang sangat besar itu ke dalam vagina gw. Tentu saja gw terkejut dan berusaha memberontak, tetapi kedua temannya segera memegangi gw. Dan tidak lama kemudian, “Bless..!” terong itu masuk 3/4-nya ke dalam vagina gw. Rasa sakitnya benar-benar luar biasa, sehingga gw menggoyang-goyangkan pantat gw ke kiri dan kanan. “Lihat anjing ini.. ekornya aneh.. ha… ha… ha…” kata si tukang bangunan.
“Sekarang kamu merangkak keliling halaman belakang ini, ayo cepat..!” kata si tukang bangunan. Dengan perlahan gw merangkak, dan ternyata rasanya benar-benar nikmat.
Karena rasa geli-geli nikmat itu, sedikit-sedikit gw berhenti, tetapi setiap gw berhenti dengan segera mereka mencambuk pantat gw. Tidak berapa lama gw mencapai kelimaks, melihat itu mereka tertawa. Om Wahya kemudian menghampiri gw, lalu mulai memasukkan kalung mutiara imitasi yang sebesar kelereng tadi satu persatu ke dalam lubang anus gw.
Gw kembali menjerit, tetapi dengan tenang dia berkata, “Tahan dikit ya.., nanti enak kok..!” Sampai akhirnya, kemudian kalung itu tinggal seperempatnya yang terlihat, lalu sambil menggenggam sisa kalung tersebut dia berkata. “Sekarang kamu maju pelan-pelan..” Dan ketika gw bergerak, kembali kalung itu tercabut pelan-pelan dari anus gw sampai habis. Begitulah mereka mempermainkan gw sampai kemudian mereka siap memperkosa gw lagi berulang-ulang sampai sore hari, dan anehnya setiap mereka kelimaks gw pun turut orgasme dengan arti gw menikmati diperkosa.
Malam harinya ketika suami gw pulang, gw sama sekali tidak melaporkan kejadian tersebut kepadanya, ga tau entah kenapa!mungkin saking nikmatnya ngentot bareng 3 buruh bangunan sehingga pemerkosaan tersebut terus terjadi berulang-ulang setiap gw sedang tidak kuliah. Dan setiap memperkosa, buruh bangunan ini selalu menyelingi dengan mengerjai gw dengan cara yang aneh-aneh, dan itu berlangsung sampai dapur gw selesai dibangun! Sunguh nikmatnya diperkosa buruh bangunan lho tubuh mereka kekar dan tenaga meraka sangat kuat dalam melakukan hubungan sex! Patut kalian coba lho tapi gw ga tanggung akibatnya! Hihihihi… salam cerita sex dewasa!
cerita sex pemerkosaan nikmatnya ngentot sepupu
Singkat cerita akhirnya gw dan Ayu ngobrol di depan televisi. Gayanya yang cuek dengan celana pendek dan t-shirt tanktop memuat gw makin pengen memrogoti tubuh indahnya. Perlahan kontol ku mulai tegang, tapi gw pura-pura tenang aja. Ngobrol dengan Ayu adalah kesmpatan terbaik buat memandangi bodi mulusnya. Apalagi waktu itu dia duduk di bawah sofa tempat gw duduk. gw bebas memandangi paha putih Ayu. Pelan2 gw condongkan badan ke depan, terlihatlah dua payudara yang putih bulat padat berisi sehingga nafasku mulai naik turun waktu gw sadar Ayu nggak pake bra, dan asiknya dia nggak sadar gw pandangi kemolekannya karena dia serius nonton sinetron.
Ketika film itu habis, Ayu pamit tidur duluan karena udah malam. gw pun masuk ke kamar tamu, gelisah bayangin indahnya toked Ayu! Pasti enak banget buat diremas  disentuh trus disedot! Dan gw pun mencoba untuk tidur, tenang tapi tetap nggak bisa. Bayangan dada dan paha Ayu masih aja bikin nggak bisa tidur. Udah jam 2...nggak sadar gw udah 3 jam gw ga bisa tidur. Mana hujan deres lagi.
Akhirnya gw keluar kamar, mau bikin susu biar bisa tidur. Di lorong rumah, gw lihat pintu Ayu sedikit terbuka. Iblis langsung menari-nari di pikiranku. Kesempatan! Pelan2 gw intip Ayu. Ternyata dia udah tertidur pulas.Begitu pulas sampai nggak sadar celana pendeknya tersingkap sampai ke batas pangkal paha. Pelan2 gw buka pintu kamarnya,lalu mencoba masuk ke kamarnya yang indah
Mulus banget. Buah dadanya gede. Cantik lagi. Tidur telentang seolah olah pasrah. Kontol gw pun spontan tegang . gw lepaskan semua bajuku, ku dekati Ayu.Aku nggak tahan lagi buat menyentuh buah dadanya.Pelan2 gw sentuh buah dada itu. Lembut banget. Ayu tidur pulas sampai dia nggak merasa ketika gw dengan sepelan mungkin menarik tali tanktopnya dan terlihatlah buah dadanya, gede, padat, berisi serta warna putingnya pink memikat!hehehehe
Nggak tahan lagi gw tindih Ayu yang segera terbangun kaget lalu meronta.Aku pegang dua tangannya sambil ciumi buah dadanya, jilati lalu hisap putingnya. Ayu meronta dan menjerit!tolong tolong… Tapi derasnya hujan menelan suaranya. gw yakin nggak akan ada yang dengar sehingga gw nggak peduli. gw terus hisap dan gigiti buah dada dan putingnya. Ayu terus meronta, tapi it malah membuatku makin terangsang. gw rentangkan kakinya, lalu kumasukan kontolku ke pangkal pahanya yang ditutupi celana pendeknya itu. Dengan susah payah, akhirnya gw bisa melepas celana dalam pinknya. Lalu gw masukan kontol ke memeknya yang masih tipis serta rapi bulunya
Ayu menangis dan memohon-mohon agar gw lepaskan. gw nggak peduli lagi. Terus aja kunikmati buah dadanya sambil menggesek kontolku di vagina indahnya. Nggak lama kemudian gw rasakan tubuhnya Ayu menggeletar trus tangisannya berubah jadi erangan lembut dan desahan ketika gw makin cepat memasukan kontol ku ke memeknya. gw bisa rasakan cairan vaginanya membasahi kontol gw! Ketika Ayu semakin menggeletar dan merem melek, gw hunjamkan kontolku ke lubang memeknya. Ayu menjerit kesakitan lagi
Nikmat banget rasanya kontol gw ada di dalam memeknya Ayu. Licin , anget, ketat banget. gw tarik dorong kontolku keluar masuk mmeknya. Ayu terus aja menangis dan menjerit! tapi lama kelamaan jeritannya berganti lenguhan, erangan dan desahan walau dia terus aja meronta-ronta minta pertolongan
duhhh maknyuess banget memperkosa sambil ngiisap putting keponakanku ini! Saking nikmatnya gw lengah dan Ayu menendang gw samapai terjatuh. Dia berusaha lari, tapi gw lebih cepat dan kuat. gw jambak rambutnya. gw seret dia ke tempat tidur! Dan ayu berusaha menutupi buah dadanya dan berbalik sehingga posisinya tengkurap. Kebetulan! gw tindih dia lalu kupentangkan kakinya dan hunjamkan lagi kontol gw ke vaginanya sambil satu tanganku membekap mulutnya dan tangan yang lain meremas-remas buah dadanya. gw terus pompa memeknya seakan-akan mendarat di bantal empuk karena pantatnya ternyata besar dan lembut banget. gw ciumi lehernya sambil terus memompa, membekap dan meremas-remas payudara montoknya. Sampai kenikmatanku serasa di puncak dan akhirnya uohhh.. gw pun menyemprotkan sperma hangat di dalam vaginanya ayu dan terus saja dia menangisi nasibnya kerana abis diperkosa sama gw
Setelah Puas menikmati enaknya tubuh keponakan gw tinggalkan saja Ayu yang masih terdidur lemas sambil menangis! Sambil melihat spermaku mengalir keluar dari vaginanya yang hampir lecet gw perkosa itu! Begitulah cerita dewasa sex 17tahun nikmatnya memperkosa sepupu gw yang kayaknya masih perawan! Cerita dewasa ini akan bersambung ke cerita sex pemerkosaan nikmatnya ngentot sepupu part 2! Mohon ditunggu kerana lagi capek2nya nulis makannya jadi cerita sex cepat!he3
Pemerkosaan dan Penyiksaan terhadapat cewek SPG sexy
Cerita ini muncul karena ulah sales promotion girl(SPG ) sombong yang menjaga pameran otomotif di salah satu mall  di kotaku. Pada waktu itu aku dan teman-temanku (berempat) sedang jalan-jalan ke mall  itu, lalu kami melihat ada pameran mobil di sana. Iseng-iseng aku dan teman-teman melihat mobil-mobil yang memang keren-keren itu, meskipun penampilan kami memang sangat jauh dengan pengunjung-pengunjung lainnya yang rapi-rapi. Sekalian cuci mata juga, soalnya para sales promotion girl(SPG )-nya cantik-cantik dan putih-putih serta mulus-mulus, mereka memakai rok mini yang benar-benar serasi dengan tubuh mereka yang langsing dan tinggi, kaki mereka yang jenjang sangat indah dipandang dari ujung kaki sampai ke paha yang terbalut rok mini ketat warna merah. Wajah mereka yang rata-rata Indo seperti bintang sinetron sangat menyenangkan untuk dipandang, memang sangat cocok untuk mendampingi mobil-mobil mewah yang sedang dipamerkan. Sambil melihat, kupegang-pegang saja mobil yang di pamerkan dan kucoba membuka dan metutup salah satu pintunya.
Tiba-Tiba..., Mas, tolong kalau mau lihat ya dilihat saja, jangan dipegang-pegang, nanti harus dibersihkan lagi, aku menoleh ke arah teguran itu berasal, ternyata teguran tersebut berasal dari salah seorang sales promotion girl(SPG ) yang cantik, meskipun aku tersinggung, aku sempat tertegun melihat paras dan body cewek sales promotion girl(SPG ) yang satu ini. Wajah sales promotion girl(SPG ) yang ini seperti campuran Indo Belanda, kebarat-kebaratan seperti itulah. Masih setengah sadar, sales promotion girl(SPG ) itu ngomong lagi, Tolong minggir dulu ya.. ini ada pembeli yang mau lihat. Aku menoleh ke sekitar, Mana pembelinya.. pikirku, yang ada masih lihat-lihat mobil di sebelah, kali ini aku serasa benar-benar dilecehkan oleh sales promotion girl(SPG ) itu, dalam pikiranku, Sombong sekali cewek satu ini... padahal kan dia juga sebagai penjaga, belum tentu bisa beli mobil itu juga.
Sambil berpikir begitu, tak terasa aku bertatap pandang dengan gadis sales promotion girl (SPG ) itu, yang lebih mengesalkan wajahnya seakan-akan melihatku sebagai makhluk yang tidak sepantasnya berdiri di situ. Kulihat juga senyumnya yang benar-benar menyebalkan, seolah-olah menantang dan sudah menang. Seraya tersenyum aku minggir juga. Ayo, cabut! aku mengomando teman-temanku dengan nada yang masih kesal karena pelecehan tadi. Aku langsung mengarahkan mereka ke tempat parkir dengan tidak menyembunyikan wajah yang kesal. Mobil Espass kami pun meluncur. Sepanjang perjalanan, kami terdiam, teman-temanku tahu aku masih kesal, jadi mereka agak malas ngomong. Setelah beberapa saat Aris yang memegang kemudi memecah kesunyian, Kenapa lu? masih kesal sama sales promotion girl(SPG ) itu? tanyanya kepadaku. Belum sempat aku menimpali, Lukman buka suara, Lu nggak remas aja bokongnya, biar tau rasa dia. Tawa mereka berderai, tapi aku masih diam, melihat gelagatku yang tidak bisa diajak bercanda, teman-temanku ikutan diam. Tiba-Tiba Mamat mengeluarkan ide bagus, Eh.. gimana kalo kita culik aja tuh cewek! Hatiku yang kesal ini bagaikan mendapat siraman air yang menyegarkan, Betul juga, pikirku, Biar ntar dia rasain gimana akibatnya kalau melecehkan aku Aku tersenyum menyeringai ke arah Mamat, dan kami langsung memutar mobil ke arah mall  itu lagi. Jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, mulai terlihat karyawan-karyawan dari mall  tersebut keluar untuk pulang.
Kami dengan sabar menunggu di depan mall  itu sambil mengawasi orang-orang yang keluar. Gimana kalau keluar dari samping pertokoan? tanya Lukman. Ah.. ya berarti nasibnya beruntung, jawabku cepat. Itu! itu! Mamat setengah berteriak menunjuk ke suatu arah. Mata kita semua langsung menjelajah ke arah yang ditunjuk Mamat. Bagus! pikirku ketika melihat si sales promotion girl(SPG ) berjalan keluar mall  untuk mencari kendaraan. Dia bersama seorang temannya yang kelihatannya sales promotion girl(SPG ) juga, sudah mengenakan sehelai kain untuk menutupi roknya yang mini, mereka berjalan menelusuri trotoar, rupanya rute angkutannya bukan di jalan ini. Kami segera membuntutinya pelan-pelan sampai mereka berhenti di perempatan yang sudah dikuasai oleh banyak angkota. Mereka langsung masuk ke salah satu bemo yang ada, begitu bemo tersebut berangkat, kami pun langsung mengikutinya.
Sampai di sebuah jalan, yang untungnya sepi sehingga sangat mendukung operasi kami ini, si sales promotion girl(SPG ) turun. Tidak sedikit pun dia menaruh curiga bahwa sebuah mobil telah mengikuti angkutannya sejak tadi. Setelah bemo tersebut meninggalkannya cukup jauh, kami mulai mendekati sales promotion girl(SPG ) itu yang kelihatannya masih harus berjalan kaki untuk mencapai rumahnya. Tanpa buang-buang waktu Aris mensejajarkan mobil kami di samping sales promotion girl(SPG ) itu dan Mamat langsung membuka pintu samping Espass. Kulihat sales promotion girl(SPG ) tersebut terkejut melihat ada mobil yang sangat dekat dengan dirinya, dan tanpa disadari tangan Mamat sudah merenggut tangan dan menarik tubuhnya ke dalam mobil. Srreeekkk..., pintu samping ditutup, mobil kami langsung melaju tanpa bekas, sementara si sales promotion girl(SPG ) masih kebingungan dan akan berteriak, tetapi dengan sigap Lukman langsung menutup mulutnya sehingga yang terdengar hanya gumaman. Si sales promotion girl(SPG ) mencoba meronta, namun sebuah pukulan ditengkuknya yang diluncurkan oleh Mamat membuatnya langsung pingsan. Aku menoleh ke belakang, Lukman dan Mamat tersenyum memandangku seolah-olah ingin menyatakan bahwa operasi penculikan sudah berhasil. Kulihat kain yang menutupi rok mininya tersingkap, dan meskipun di dalam mobil gelap, aku masih dapat melihat pahanya yang mulus. Mamat pun tak tahan langsung memijat dan meraba paha yang mulus itu. Mobil kami langsung meluncur ke rumah Aris yang memang kosong dan biasa sebagai tempat kami berkumpul. Setelah sampai dan memarkir mobil di garasi, kami menggendong sales promotion girl(SPG ) yang masih pingsan itu ke dalam kamar.
Di sana kami mengikatnya pada kursi kayu yang ada. Aku duduk di ranjang menghadap sales promotion girl(SPG ) yang masih lunglai itu yang terikat di kursi kayu. Teman-temanku kelihatannya memang menghadiahkan sales promotion girl(SPG ) itu ke padaku untuk diperlakukan apa saja. Mat... ambilin air. Mamat keluar kamar dan tak lama masuk dengan segelas air yang disodorkan kepadaku. Aku berdiri dan menyiramkan pelan-pelan ke wajah sales promotion girl(SPG ) itu. Ketika sadar, sales promotion girl(SPG ) itu terlihat sangat terkejut melihatku di depannya, Kamu... katanya seraya menggerakkan tubuhnya, dan dia sadar kalau tubuhnya terikat erat di sebuah kursi. Kali ini aku yang tersenyum, senyum kemenangan. Mau apa kamu? masih dengan sombong sales promotion girl(SPG ) itu bertanya setengah menghardik kepadaku. Kalau kamu macam-macam, aku akan teriak, lanjutnya lagi. Aku hanya tersenyum, Silahkan saja teriak, nggak bakal terdengar kok, kataku sambil menyalakan tape si Aris, kebetulan lagunya dari band Metallica, Unforgiven, kusetel agak keras, meskipun aku yakin bahwa kamar Aris letaknya terisolir, jadi tidak mungkin teriakannya didengar orang lain. Ketakutan mulai terlihat di wajah sales promotion girl(SPG ) itu, wajahnya yang cantik sudah mulai terlihat memelas memohon iba. Namun kebencian di hatiku masih belum padam, aku ingin memberinya pelajaran!. Siapa namamu? tanyaku dengan nada datar. Anita , jawabnya. Ampun Mas, maafkan aku, aku disuruh boss untuk bersikap begitu, katanya seolah membela diri. Tidak peduli dengan pembelaan dirinya, langsung kusibakkan kain yang menutupi roknya, lalu dengan kasar kutarik roknya hingga ke pangkal paha. Anita  menatapku ketakutan, Jangan, jangan Mas... ucapnya memelas seakan tahu hal yang lebih buruk akan menimpa dirinya.
Lagi dengan kasar kutarik bajunya sehingga kursi yang didudukinya bergeser dan kancing bajunya hampir lepas semua. Terlihat oleh kami bulatan toked yang masih tertutup BH berwarna putih. Tak tahan melihat itu Aris dan Mamat yang berdiri di sampingnya langsung meremas-meremas toked itu. Anita  sangat ketakutan, ditengah ketakutannya dia berusaha meronta, namun hal itu semakin meningkatkan nafsu kita. Jari-jariku langsung meraba secara liar daerah liang vaginanya yang masih tertutup CD, mengelus dan berputar-putar dengan lincah dan sekali-sekali mencoba menusuk. Tidakkk.. tidakkk.. Anita  berkata lirih seolah ingin menolak takdir. Breetttt... breettt... kubuka dengan paksa seluruh baju Anita sehingga yang terlihat hanya BH dan CD-nya saja. Naikkan ke atas meja, kataku, serta merta ketiga temanku langsung bekerja sama memegangi Anita  dan mengikatnya di atas meja. Anita  meronta-ronta sekuat tenaga namun tentu saja usahanya tidak mampu melawan tiga tenaga cowok. Sekarang dia sudah terlentang di atas meja dengan tangan terikat di sudut-sudut meja, kedua kakinya agak menjulur ke bawah karena mejanya tidak cukup panjang, namun kami mengikatnya secara terpisah pada dua kaki meja. Kami sendiri posisinya sekarang di samping tubuhnya. Lalu dengan sekali tarik kulepas BH-nya dan menonjollah dua bagian tokednya yang cukup padat berisi. Sekarang kami melihat sebuah tubuh yang putih mulus dan langsing dengan tonjolan toked yang bergoyang-goyang karena Anita  masih berusaha meronta. Karena meronta, terlihat CD-nya yang agak transparan semakin mengetat memperlihatkan lekuk-lekuk liang vaginanya. It's showtime! teriakku yang disambut oleh kegembiraan teman-temanku dan wajah ketakutan Anita . Aku langsung mengambil beberapa karet gelang, lalu kulingkarkan di toked Anita  sampai terlihat mengeras dan merah. Aduhhh... erang Anita , masih kutambah penderitaannya dengan menjepitkan jepitan yang biasa digunakan Aris untuk alat elektronik, bentuknya bergerigi dan terbuat dari logam tipis yang di-chrome, kujepitkan di kedua puting susunya. Aduhhh.. ahhh.. aduuhhh Anita  mengerang kesakitan
. Aris lalu memberiku sebuah alat seperti pecut, yang terbuat dari beberapa tali tampar kecil sekitar 5 buah yang salah satu ujung-ujungnya dijadikan satu pada sebuah pegangan dari rotan. Entah untuk apa alat ini biasanya digunakan Aris, pikirku, tapi peduli apa, yang penting sekarang benda ini ada gunanya.Jangan.. ampunnn Mas... pinta Anita , melihat aku mengibas-ngibaskan pecut itu. Aku tersenyum sadis, lalu tanganku kuangkat dan sebuah pecutan kuarahkan ke tokednya. Ctasss... Tubuh Anita menggelinjang, dan buah dadanya langsung bergoyang ke kanan ke kiri menahan sakit. Aduhhh... teriaknya sambil menitikkan air mata. Beberapa garis merah terlihat di kedua buah dadanya, di sekitar puting. Lagi? tanyaku kepada Anita , yang tentu saja dijawab dengan gelengan kepala, Ampunnn.. ampunnn tolonggg... rintihan bercampur tangis Anita  menjadi satu. Tanpa rasa iba pecut kuayun lagi, kali ini sasarannya adalah pahanya. Mmmpphhh... Anita  menggigit bibir bawahnya menahan sakit.
Sekali lagi kuayun pecut itu, sekarang ke arah pusar, garis-garis merah segera menghiasi tubuh Anita . Entah aku sangat menikmatinya sehingga tak terasa sudah beberapa ayunan pecut mengarah ke tubuh Anita . Tubuhnya terlihat bergetar, menggelinjang menahan sakit dan perih. Wajahnya yang basah oleh air mata dan keringat sudah benar-benar menunjukkan penderitaan. Tapi aku masih belum puas. Kulihat teman-temanku, ketiganya tersenyum seakan memberikan dukungan kepadaku untuk terus menyalurkan hasratku. Kudekati telinga Anita , dia yang sudah ketakutan padaku, dia berusaha menjauhkan kepalanya, mungkin dikiranya aku mau menggigit telinganya.
Kubisikkan sesuatu di telinga Anita , Anita , gimana kalau kita ganti alatnya, sekarang pakai ikat pinggang saja ya, bisikku sambil menyeringai sadis. Anita  menunjukkan ekspresi terkejut setengah tidak percaya bahwa dia akan menerima siksaan yang lebih hebat. Ampun... lepaskan saya... ibanya meskipun tahu aku tidak akan melepaskannya. Kubuka ikat pinggangku yang terbuat dari kulit, kulilitkan sebagian pada telapak tanganku, Anita  melirikku dengan ketakutan yang amat sangat, nafasnya tersenggal-senggal meskipun dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengaturnya. Mungkin dengan mengatur napas dia berharap sabetan ikat pinggangku tidak akan terlalu sakit. Kuangkat tinggi tanganku dan kuayunkan dengan keras, Anita  memejamkan matanya, saat ikat pinggangku mendarat di pahanya terdengar meja yang ditiduri Anita  agak berderit karena tubuh Anita  secara spontan bergetar keras menahan sakit. Ahhh.. ampun.. ampun.. hahhh.. hahhh.. Anita  berkata tersendat-sendat. Kali ini bukan hanya garis merah yang tampak, tetapi semacam jalur merah tercetak di paha Anita . Ceplasss... Ceplassss... sabetan ikat pinggangku semakin liar menghujani tubuh Anita . Anita  sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya menggeleng ke kiri ke kanan menahan penderitaan yang kuberikan. Puas dari samping, Bagaimana kalau pukulan yang mengarah langsung ke liang vaginanya? pikirku. Lalu aku mulai menyobek CD-nya dan minta kepada dua temanku untuk melepaskan ikatan kaki Anita dan mengikatnya kembali pada posisi menekuk ke atas dan mengangkang, sehingga liang vaginanya terbuka lebar. Anita  berusaha meronta dan menutup liang vaginanya dengan kakinya, namun ikatan kami cukup erat sehingga kedua kakinya tidak bisa mengatup. Persis menghadap liang vaginanya, aku mengelus-elusnya sambil tersenyum sinis. Anita  mengangkat kepalanya dan menatapku dengan pandangan nanar.
Aku mulai menjauh, ikat pinggang mulai kuputar-putar, lalu..., Ceplasss... ikat pinggang itu mendarat dengan tepat di bibir liang vagina Anita . Kali ini Anita  meronta-ronta dengan sangat dan cukup lama, tampaknya dia sangat kesakitan, kepalanya ditengadahkan ke atas sembari mengguncang-guncangkan bokongnya di atas meja. Aku berjalan ke sampingnya, Lagi? tanyaku seolah tak menghiraukan penderitaannya. Anita  tidak mengatakan apa-apa, kelihatannya dia sudah pasrah. Aku tersenyum penuh kemenangan, kusentuh bibir liang vaginanya yang tentunya masih pedih, Anita  menggelinjang, tak peduli kugesek-gesekan jariku di liang senggamanya, tubuh Anita  terus menggelinjang. Sakittt.. sakittt.. gumamnya lirih. Seolah tak peduli, kembali aku mengambil dua jepitan, dan kujepit di kedua bibir liang vagina yang memerah itu. Anita  menatapku dengan pandangan tak percaya akan kesadisanku. Oke, kataku, Tidak ada lagi pukulan..., Anita  diam saja tanpa ekspresi, ...tapi sekarang waktunya bermain lilin, lanjutku sambil menyunggingkan senyum. Kali ini Anita  menolehkan wajahnya yang layu, berkeringat dan basah karena air matanya. Bisa kubaca dalam pikirannya, Oh.. apa lagi yang akan diperbuatnya pada tubuhku.. malangnya nasibku... Memang di kamar Aris ada beberapa lilin untuk jaga-jaga jika lampu mati, ada yang kecil dan ada juga yang besar supaya awet. Kuambil Zippo-ku, kunyalakan satu lilin yang kecil. Lidah api menari berputar-putar melelehkan batang lilin yang menahannya. Menembus lidah api itu, kulihat pandangan Anita  yang berharap aku hanya bercanda. Kujawab dengan pandangan juga yang menyatakan bahwa aku serius. Segera lilin yang kupegang kumiringkan di atas toked Anita .
Kulihat ekspresi Anita  yang memandang lekat batang lilin yang terkena nyala api, pandangannya seolah berharap agar lilin tersebut tidak meleleh atau apinya tiba-tiba mati. Tapi tentu saja itu tidak terjadi, yang terjadi adalah tetesan pertama jatuh dan menetes di atas puting susu Anita  sebelah kanan. Hhhh... Anita  mendesah, punggungnya terlihat bergerak ke atas menahan panas lilin yang meleleh. Tetesan demi tetesan bergerak jatuh, dan Anita  terlihat semakin kesakitan karena tetesan tersebut jatuh di tempat bekas pecut dan sabetan ikat pinggangku tadi. Tiba-tiba teman-temanku ikut bergabung, mereka semua memegang lilin bahkan tidak hanya satu tapi tiga atau empat sekaligus. Mereka dengan gembira meneteskan ke bagian-bagian sensitif Anita , seperti buah dada, pusar, sekitar liang vagina dan paha. Kali ini Anita  seperti ular kepanasan, dia meliuk-liukkan tubuhnya menahan panas tetesan lilin. Seperti biasa, setelah puas pada bagian tubuh Anita , aku pun mengambil sebuah lilin dengan diameter yang besar dan menyalakannya. Setelah menunggu agak lama supaya lelehan lilin cukup banyak di atas lilin itu, aku kembali mengelus-elus liang vagina Anita . Anita  langsung berkata, Tidakkk.. jangan.. jangan Mas..., aku pun tersenyum penuh nafsu mendengar nada yang memelas itu. Tapi tetap saja lilin yang besar itu kumiringkan di atas liang vagina Anita , Anita  berusaha mengelak dengan menggeser bokongnya, Pintar juga dia, pikirku, tapi karena lelehan lilin ini masih banyak, dengan leluasa aku menaburkan tetesan-tetesannya ke liang vaginanya. Tak ayal bagaikan lahar panas tetesan tersebut mengalir ke liang vagina Anita  dan mungkin ke dalamnya. Errrggghhh... gumam Anita , dia langsung menggoyang-goyangkan bokongnya dan menengadahkan kepalanya menahan panas dan sakit, dengan mulutnya yang menggigit rapat dan matanya terpejam erat. Kemudian kucoba untuk memasukkan sebuah lilin kecil ke anusnya, sulit sekali karena anusnya begitu rapat, aku memasukkan jariku terlebih dahulu dan menggesek-geseknya agar anusnya membesar. Aduh.. aduh.. ucap Anita , tapi aku tidak peduli, setelah anusnya membesar mulai kutancapkan sebuah lilin di anusnya.
Dan ide cemerlangku muncul lagi, kunyalakan lilin yang menancap itu dan setelah cukup lama, kutiup apinya dan kubalik, jadi yang menancap adalah bagian yang barusan menyala. Jesss... bunyi panas lilin bercampur dengan cairan yang keluar dari anus Anita . Tentu saja Anita  menggeliat kesakitan, bokongnya dibentur-benturkannya ke meja seakan ingin melepaskan lilin yang menancap di anusnya. Aku tersenyum senang sambil kumasuk-keluarkan lilin tadi di anus Anita . Karena sudah puas menyiksa Anita , aku kasih kesempatan kepada teman-temanku untuk menyetubuhinya. Teman-temanku begitu gembira, mereka langsung beraksi, sementara aku melihat pertunjukkan ini dengan kepuasan total. Mereka melepas ikatan Anita  yang sudah tidak berdaya itu, lalu tubuhnya dibalik dan bokongnya ditarik ke atas sehingga dalam posisi menungging. Aku melihat Anita  diam saja, mungkin dia sudah capai dan pasrah serta tidak punya harapan hidup lagi. Wajahnya yang cantik terlihat sangat lesu dan seolah-olah siap diperlakukan apa saja. Mamat dengan tubuhnya yang besar mulai membuka celana dan melakukan penetrasi, langsung sodomi. Anita  membelalak tak menyangka bahwa ada benda sebesar itu yang harus masuk ke anusnya. Belum selesai dia menikmati penderitaan karena ulah Mamat, Aris langsung menyelinap ke bawah tubuh Anita  dan berusaha memasukkan kontolnya ke liang vagina Anita .
Anita  melolong kesakitan karena anus dan liang vaginanya yang sudah lecet dan perih terkena sabetan ikat pinggang dan tetesan lilin, masih harus bergesekan dengan kontol teman-temanku. Tubuhnya terguncang ke depan berulang-ulang setiap kali Mamat dan Aris menghunjamkan kontolnya. Tokednya berguncang keras persis di atas wajah Aris yang dengan penuh nafsu meremas sekuatnya. Masih tersiksa dengan keadaan begitu, Lukman mengeluarkan kepunyaannya dan minta dikaraoke oleh Anita . Rintihan Anita  menjadi tersendat-sendat karena tersedak dan batuk, Lukman bukannya kasihan malahan dia semakin terangsang sehingga dia menghunjamkan kontolnya ke mulut dan tenggorokan Anita  berulang-ulang. Aku tersenyum saja melihat kelakuan teman-temanku yang brutal, lalu kudekati Anita  sambil berkata, Anita .. punggungmu masih mulus lho.. aku cambuk ya... Karena tidak mungkin menggunakan pecut dan ikat pinggang sebab bisa mengenai Aris yang berada di bawah tubuh Anita , maka aku menggunakan rotan yang tadi sebagai pegangan untuk pecut, rotan ini ujungnya memecah sehingga sangat cocok untuk menimbulkan rasa sakit. Segera kuraih rotan itu dan kupukulkan berulang-ulang ke punggung Anita . Tubuh Anita  terlihat menggelinjang dan menggeliat seiring dengan hujaman-hujaman yang diberikan oleh Mamat, Aris dan Lukman serta siksaan cambukan rotan dariku.
Mamat yang melihat punggung Anita terkena pukulan rotanku sangat terangsang dan segera memuntahkan maninya ke liang dubur Anita , lalu dia pun mencabut batang kemaluannya. Karena bokongnya kosong, atau tidak ada orang, aku pun dengan leluasa memukul bokongnya dengan rotan. Kulihat Anita  sangat menderita, bokong yang baru saja dimasuki paksa oleh Mamat masih harus menerima siksaan rotanku. Giliran Lukman yang ejakulasi, maninya langsung menyemprot ke tenggorokan Anita , membuatnya menjadi sulit bernafas dan seperti mau muntah. Melihat begitu semakin keras kupukulkan rotan ke bokongnya, bahkan ke belahan bokongnya. Tiba-tiba Anita  lunglai, kelihatannya dia tak tahan lagi menerima siksaan kami, dia pingsan. Aris yang belum selesai masih terus melakukan aksinya, sehingga tubuh Anita  yang pingsan itu terguncang-guncang ke sana ke mari, akhirnya Aris pun mencapai puncaknya dan menyemprotkan air maninya di dalam liang vagina Anita  yang masih pingsan. Aku sendiri sudah merasa puas dengan balas dendamku ini. Kami berempat tertawa dan puas.
Kami lalu membawa tubuh Anita  untuk dibuang, sebetulnya kami ingin menyimpannya untuk kenikmatan sehari-hari tetapi terlalu beresiko. Akhirnya tubuh Anita  kami lempar di depan mall  tempat dia bekerja. Aku tersenyum puas karena sudah memberi pelajaran kepada sales promotion girl (SPG ) yang sombong itu, tapi dalam hati aku merasa ketagihan untuk menyiksa sales promotion girl(SPG ) yang lain, kusampaikan ini ke teman-temanku dan mereka semuanya setuju untuk suatu waktu menculik dan menyiksa sales promotion girl(SPG ) yang lain.
Janda lagi Masturbasi di tempat dugem
Opstttt hampir lupa perkenalkan nama Gw Rini, kami berencana pegi dugem ber-4 (termasuk Gw sih dan semuanya cewek2). Adapun teman2 Gw itu bernama Juni, Julix dan Irda. Kalo Juni dan Julix sih janda, sama dengan Gw, sedangkan Irda masih gadis (aslinya sih Gw gat au habis ga pernah Gw periksa dang w pake sich!hahaha…). Mereka semua udah pada ngumpul di rumah Julix. Sesampai Gw disana kami langsung bersiap untuk pergi. Namu terlebih dahulu Gw menelpon temen yang mempersiapkan bekal, Mungkin pada tau deh kalo ngedugem nggak make inex kurang enak, jadi kami beli dulu maklum kalo malam tahun baru rada susah dapetnya, jadi kami beli sebelum berangkat dan kami minum di rumah ajah.
Setelah semua siap, maka kami langsung berangkat. Setelah berembuk maka kami memilih Dugem di Diskotik Golden Palace sekaligus ganti suasana sih maunya. Sesampai di sana kami langsung naik ke lantai 6 dan langsung masuk diskotik. Ternyatan di dalam lagi sibuk acara, wah kesel deh mana musiknya mati banyak omong lagi tuh mc nya. Dan kami berempat udah makin gemetar maklum ajah nekan dari rumah sih, tapi untuk ga begitu lama sesudah acara bagi2 hadiah maka musik hidup lagi. Maka selanjutnya kami berempat sudah asik bergoyang.
Setelah 1 jam dan inex yang kami tekan udah tinggi banget, Gw mulai merasa horny maklum mungkin pengarh drug yah. Karena itu Gw ambil kursi di pojok agar bias duduk dengan santai. Wahh horny Gw semakin meningkat dan Gw lihat temen temen Gw juga kayaknya, karena itu Gw langsung ngomong sama Juni, “ Juni, Gw naik nih, jadi pingin†trus dia bilang “ sama Gw jugaâ€. Wah gawat nih, kalo udah gini. Tak lama kemudian Julix dan Irda juga menyusul kami berdua duduk di table, Gw lihat mereka merasakan yang sama seperti yang kami rasakan. Malahan Irda sudah Gelisah banget. Kakinya dikit2 menjepit seperti nahan kencing.
Sambil guyon Gw bilang ke meraka “ heheh pada pingin yah???†mereka pada senyum ajah sambil meluk meluk Gw. Trus Gw bilang “ tuh banyak cowok ambil ajah satu†dijawab ama Julix “ ga deh, rugi.. mending kalo di nikahi†katanya sambil ketawa. “ . Juni bilang “ Rin , jadinya gimana nihâ€, kayaknya dia paling tinggi deh, (padahal Gw juga tuh). Gw liat matanya udah sayu banget, salah sendiri Gw suruh tekan setengah maunya 1. Ya udah trus Gw bilang ke dianya “gimana kalo kita lepasin sendiri ajahâ€, Dia bilang maksudnya gimana?. Ya udah Gw biang ikut Gw ajah ayo.
Rupanya Julix dan Irda juga ngikut kayaknya masalah kami semua adalah sama, yaitu dorongan untuk itu deh. Mereka langsung Gw ajak ke belakang untuk nyari Toilet, trus sesampai di sana Gw langsung buka Celana Dalam Gw, oh iyah Gw lupa bilang kalo kami berempat sama sama pake rok pendek, Gw emang suka sih kalo dugem pake rok lebih bebas rasanya disbanding pake Celana Jeans. Julix nanya ke Gw “ Eh Rin, kamu mau ngapain??†Gw bilang “ menyelesaikan masalah, hehehehehâ€. Langsung ajah Juni mengikuti Gw dengan membuka celana dalamnya juga. Ga lama kemudian Julix dan Irda juga mengikuti,
Waduhhhhh... celana dalam Gw udah basah karena lendir Gw sendiri, dan Gw lihat mereka juga. Selanjutnya ke empat CD kami tersebut kami simpan di Hand bag Gw, sambil guyo Gw bilang ke mereka bertiga, “Opsttt…., pada basah yah, pantes ajah bingung, hehehe†dijawabnya “sial kamu Rin, padahal kamu sendiri tuh jugaâ€.
Selanjutnya kami kembali masuk ke Diskotik, mereka malah bilang mau ngapain, Gw bilang “ Ayo deh ikut ajah, lagian mana mereka tau kita ga pake CD, ya kan†sambil ngikik mereka ngikut Gw kedalam. Di dalam diskotik kami kembali ke table kami yaitu di pojok, dan suasan emang rada gelap di posisi kami.
Wah ini lah saatnya sepertinya Gw juga udah ga tahan lagi, maka saja mulai meraba raba memek Gw , opstttt... udah basah sekali deh, pantas ajah setiap kaki di rapatin terasa licin tapi nikmatnya bukan main. Gw bilang ke teman teman Gw agar mulai menggosok gosok memeknya juga. Irda masih merasa malu, sedangkan Julix dan Juni udah mencari posisi yang tersembunyi tapi bisa dengan leluasa meraba memeknya. Gw liat mereke berdua juga udah mulai asik sendiri. Karena Gw liat Irda rada bingung, maka segera Gw tarik sehingga duduk di sebelah Gw, tangan Gw segera meraba ke memeknya, ohhhhhh …, ternyatan gadis ini udah basah sekali, dia sedikit menjerit kaget kali, Gw bilang “gpp,biar enak coba kamu gosok sendiri deh. Tuh liat Juni dan Julix udah, nanti kamu ga turun2 tuhâ€. Dia bilang “ Malu kak, nanti diliat orang†Gw jawab. “ santai ajah ga ada yang liat semua pada sibuk tuh On, “. Lalu tangannya Gw turun untuk mengantikan tangan kanan Gw menggosok memeknya sendiri sedang Gw melanjutkan menggosok memek Gw.
Ohhh, nikmat sekali rasanya, tangan Gw semakin aktip menekan2 dan mengosok2 memek Gw sendiri, dan udah mulai tidak perduli sekeliling Gw. Untuk tempat kami rada gelap. Kalo ada yang memperhatian mungkin heran deh ngapain kami berempat pada duduk merpatakan kaki, dengan tangan di bawah. Tapi kami semua ga peduli. Sambil menggosok gosok terus Gw lirik Juni dan Julix, wahh…, ternyata mereka berdua juga udah mulai melayang mencari kenikmatan mereka masing-masing. MAlah Gw liat tangan kiri Juni udah mulai meraba payudaranya sendiri dari bawah tank top yang di pakainya, sedangkan Julix kedua tangannya di bawah rok nya, Kalo Irda duduknya makin merpata ajah keGw Cuma Gw merasakan dianya juga udah mulain merasa nikmat.
perduli amet deh yang penting Gw juga mau enak. Gosokan jari jari Gw juga semakin cepat dan memek Gw semakin basah, untung dalam ruangan ber-AC dan penuh asap sehingga bau dari memek kami berempat ga tercium. Hehehehe. Ohhhh……., jari jempol Gw mulai mencari2 klitoris Gw, dan jari tengah dan telunjuk Gw mulai menekan nekan lobang memek Gw. Ohhhhhhh…..nikmat sekali, gerakan Gw semakin cepat dan Gw yakin kayaknya ga lama lagi Gw bakalan orgasme. opstttt,…..akhirnya orgasme Gw datang juga, ohhhh nikmatnya. Gw menjerit tapi Gw tahan agar ga kedengaran orang, ohhh tuhan nikmat sekali rasanya. Segera Gw hentikan jempol Gw yang nggosok klitoris tapi 2 jari yang lain semakin dalam menekan ke lobang memek Gw. Dapat Gw rasakan denyutan di dalam memek Gw, wahhhhhh nikmat sekali. MMMhhhh kayaknya orgasme ini sangat panjang. Gw udah ga peduli lagi posisi kaki Gw, rok pendek yang Gw pakai udah terangakat mendekati pangkal paha Gw. Peduli amat, perlahan lahan Gw buka mata Gw Gw lihat Juni dan Julix juga lagi mendapatkan orgasmenya, posisi Juni miring sambil kedua kakinya menjepit kemaluannya erat erat dan sebelah tangannya meremas payudaranya, hihihiii....dia ga sadar kalo payudaranya yang besar udah keluar dari BH nya dan sedikit menyembul dari bawah tank topnya, sedangkan Julix kedua tangannya semakin keras menekan nekan memeknya dan wajahnya meringis ringis menahan kenikmatan.
Tak lama kemudian orgasme mereka lewat juga, kami duduk perdampingan tapi masih merasa nikmat dan sama sama tersenyum. Trus kami liat si Irda kayaknya belum, maklum mungkin masih baru kali yah. Dan mungkin di masih kawatir ada yang ngeliat jadi kurang konsen, karena itu dianya keliatan semakin horny ajah dan belum lepas lepas juga. Akhirnya kami bertiga segera duduk disekitar dia, Julix (kakaknya) duduk di sampingnya sambil memeluk adiknya di berbisik “ Udah Da, cuek ajah lah, kami nutupin kok. Kamu terusin ajah. Kalo udah keluar nanti enak banget “. Sambil merem dianya mengangguk. Gw pun mulai membantu dia dengan merangsang memeknya, ternyata…gadis ini udah basah banget. Karena Gw rasa basah banget maka roknya pun Gw angkat biar ga nyeplak nantinya, habis banyak banget cairannya. Tangan Gw dengan lincah segera masuk ke selangkangannya dan segera mencari klitorisnya. Setelah etemu mulai Gw gosok gosok dengan cepat, dianya semakin gelisah duduknya, sedangkan Juni juga mulai meraba raba payudaranya, agar dia makin terangsang. Ahhhh Gw liat napasnya mulai memburu mungkin ga lama lagi dianya orgasme. Badannya semkin gelisah untuk Juni dan Julix cepat tanggap dengan menahan badannya agar tangan Gw bisa menggosok memeknya dengan leluasa. Ahhhh akhirnya dia pun orgasme, mulutnya mejerit tapi segera di peluk Juni jadi ga sempat semakin liar, sambil memeluk nikem meremas payudara Irda kuat2, dan Julix terus berbisik ke telinganya agar melepas semuanya. Ahhhh jari Gw yang di memeknya merasakan denyutan yang sangat kuat, ohhhh dianya orgasme. Dunyatan2 ini tandanya. Matanya meram dan semakin meringis ringis, tapi Gw yakin sekali geli2 nikmat yang luar biasa yang sedang dialaminya. Setelah beberapa lama akhirnya orgasme nya lewat juga dan dia mulai tenang, demikian juga kami bertiga. Mata kami masih merem menikmati sisa orgasme dan musik y6ang menghentak kencang.
Setelah melepas maka kami kembali tenang dan rasa inex yang kami tekan semakin nikmat buat di bawa bergoyang maka kami berempat pun turun ke lantai dansa. Sambil berdisko kami tertawa2, dan Gw bilang ke Irda “ Gimana Da, enak ga?†sambil tersenyum di bilang “ iyah kak, nikmat sekaliâ€. Gw bilang “ goyang ajah terus ga ada kok yang liat kalo kita ga pake celana dalem, hihihihi†Juni dan Julix ikut tertawa.
Kami terus bergoyang sampe jam 3.30 pagi, setelah itu kami berencana pulang. Pas di pintu lift seorang Security ngejar kami berempat trus bilang “ enak yah joget ga pake CD ?†Kami berempat rada kaget juga, kok tau sih orang ini. Tapi dengan cuek ajah Gw jawab†Enak kok , yeeee….†langsung kami berempat ngabur ke lift turun dan pulang. Masa bodoh ajah kalo dia liat apa yang kami lakukan berempat tadi yang jelas malam itu kami semua happy. Setelah mengantar Juni Julix dan Irda Gw pulang kerumah dan Gw liat anak2 Gw masih tidur nyenyak, wah aman dan asik sekali. met bobo anak anak ku sayang, ibumu yg lagi horney dah balix nich dari dugem!hihihihi….begitulah cerita sex seorang janda yang sedang Masturbasi di tempat dugem
Cerita Dewasa Bercinta Dengan Murid Ibuku
Cerita Dewasa Seks ini terjadi dikarenakan ibuku adalah salah seorang dosen di salah satu universitas. Cerita Sex ini tidak pernah aku lupakan karena sangat istimewa sekali dihatiku. Yuk kita simak aja gimana Cerita Dewasa Sex yang satu ini
. Ibuku adalah seorang dosen komputer di sebuah perguruan tinggi di *********** Ia memiliki banyak mahasiswa maupun mahasiswi dan karena kepiawaian Ibuku dalam mengajar, banyak mahasiswanya yang datang ke rumahku unuk meminta diajar secara privat. Kisah ini adalah nyata yang terjadi ketika Ibuku sedang tidak di rumah. Namaku adalah Joe. Saat itu aku sedang dalam masa pengangguran karenanya aku hanya tinggal di rumah sehingga membuatku sangat bosan karena kegiatanku sepanjang hari hanya menonton VCD dan bermain komputer saja.
Tetapi kebosananku berakhir ketika salah seorang mahasiswi Ibuku datang kerumah. Ingrid namanya, dia kuliah di Universitas **** ***** (edited). Karena Ibuku kebetulan sedang ada urusan, maka Ingrid menunggunya datang dikarenakan ada urusan yang sangat penting dengan Ibuku. Karena aku tidak ada pekerjaan dan aku sangat bosan dengan kegiatanku, maka aku menemaninya menunggu Ibuku. Tetapi, aku sengaja tidak memberitahukan kepadanya bahwa Ibuku sedang pergi ke luar kota bersama Bapakku selama beberapa hari. Jika kuperhatikan dengan seksama, Ingrid sama sekali tidak jelek. Bagiku dia bahkan menarik sekali, dengan proporsi badan yang bagus dan seksi dan dikombinasikan dengan rambutnya yang panjang tergerai dan hitam. Sekilas wajahnya mirip dengan Maudy Kusnaedi dan karenanya aku tidak bosan-bosannya menatap Ingrid sambil terus mengajaknya bercakap-cakap sambil menawarkannya minum segelas air jeruk.
Sampai suatu ketika, dia minta ijin untuk pergi ke WC dan aku menunjukkannya lokasi WC yang berada di belakang kamar orang tuaku. Di saat dia pergi kesana, aku memasukkan pil perangsang yang kubeli sewaktu aku masih berkuliah di luar negeri dulu. Pil perangsang itu larut dengan air jeruk tetapi tidak memberikan perubahan pada warna maupun rasa air jeruk itu sendiri. Setelah itu, aku hanya tersenyum-senyum memikirkan rencanaku selanjutnya sambil menunggu Ingrid keluar dari WC. Setelah Ingrid kembali dari WC, ia kembali duduk dan mengajakku ngobrol mengenai bisnis orang tuaku sambil meminum air jeruk yang kusuguhkan kepadanya. Beberapa menit setelah ia meminumnya, ia memperlihatkan reaksi dari obat tersebut, dia berkali-kali meminta maaf kepadaku karena ia merasa kegerahan dan setelah itu ia mulai membuka pakaiannya.
Di saat ia membuka pakaiannya, aku dapat melihat sosok Ingrid yang hanya mengenakan BH dan celana dalamnya. Hal ini membuat penisku mendadak berdiri dan siap dimasukkan ke “lubang kenikmatan”. Aku mengajak Ingrid ke kamarku sambil kuberikan alasan agar aku dapat menyalakan Air Conditioner sehingga dia tidak lagi kegerahan. Ia percaya saja dan mengikutiku ke kamar. Di dalam kamarku, ia duduk di ranjang sambil sesekali mengusap dadanya. Aku menjadi tidak tahan melihat adegan ini sehingga aku mulai mencium bibirnya. Ketika aku menciumnya, tidak ada perlawanan sama sekali. Kami bermain lidah hingga 10 menit. Dikala kami bermain lidah, aku mulai membuka BH dan celana dalamnya. Setelah dia bugil, kemudian aku membuka pakaianku sendiri. Disaat aku sedang membuka pakaianku, Ingrid mengusap-usap tubuhnya dan memainkan jari-jarinya di sekitar vaginanya sehingga membuatnya basah. Aku tidak tahan lagi maka kudekati vaginanya dan memainkan lidahku di dalam vaginanya.
Aku sempat terkejut karena ternyata Ingrid masih perawan sehingaa aku berpikir bahwa ini adalah hari keberuntunganku. Aku terus menjilati vagina Ingrid berulang-ulang dan diiringi dengan desahan Ingrid yang sangat sensual, “Hmm…, shhh…, aahh…”. Aku tidak peduli dan terus menjilatinya hingga beberapa saat kemudian Ingrid menjepit kepalaku dengan kedua kakinya sehingga membuatku menjadi sulit bernafas selama beberapa saat dan tubuhnya mendadak menjadi gemetar dan ia berteriak tertahan sambil melengkungkan punggungnya yang membentuk siluet yang indah sekali. Aku mengerti kalau dia sedang klimaks, aku senang sekali tetapi juga sekaligus belum puas, why? Karena aku sendiri belum memperoleh kepuasan darinya. Setelah ia terbaring lemas karena klimaks tersebut, aku segera saja memasukkan penisku yang panjang karena sudah tegang ke dalam vagina Ingrid. Ketika penisku merobek keperawanannya, ia berteriak kesakitan dan aku merasakan penisku telah dibasahi oleh darah segar keperawanannya, tapi aku tidak ambil peduli. Sambil kucium bibirnya yang seksi, tanganku bermain di puting susunya, juga kutusukkan penisku ke dalam liang vaginanya.
Teriakan yang tadi kudengar lama kelamaan berubah menjadi desahan-desahan dan tangannya mulai aktif memegang dan menekan-nekan selangkanganku seakan- akan menginginkan agar aku memasukkan penisku lebih dalam lagi. Tusukanku di dalam liangnya membuatnya mendesah-desah sensual dan memintaku mempercepat gerakan. Aku terus mempercepat gerakanku hingga dapat kurasakan vaginanya semakin basah. Ia memintaku mengubah posisi. Ia sekarang berada di atas. Dengan hati-hati ia menindihku dan memasukkan penisku yang masih tegang ke dalam liang vaginanya. Dengan posisi berbaring, kupeluk punggung Ingrid sambil menaik-turunkan tubuhnya sehingga aku merasa semakin nikmat karena pijitan vaginanya. Aku semakin mempercepat gerakan sehingga membuat adegan yang kami lakukan semakin panas karena Ingrid terus menggenjot tubuhku sambil tangannya memainkan puting susunya sambil sesekali menekan-nekan payudaranya yang cukup besar itu.
Setengah jam terus berlalu dan aku mulai merasakan seolah-olah akan ada ledakan dalam diriku dan dirinya. Aku mengetahui bahwa dia akan klimaks lagi karena dia semakin kuat mendesah dan juga semakin cepat menggenjot tubuhku. Aku semakin tidak tahan dan kusemprotkan cairan kejantananku ke dalam liang kewanitaannya dan di saat yang bersamaan pula, Ingrid berteriak dengan disertai getaran hebat sambil semakin cepat menggenjotku. Penisku terasa seperti sedang di”pipis”in olehnya karena ada cairan yang mulai membasahi penisku. Setelah beberapa menit kami bersama-sama melepaskan nafsu, aku mencium bibir Ingrid dan memeluknya. Aku bermain cinta dengannya hingga sore hari dan kemudian kuberitahu padanya bahwa orang tuaku baru akan kembali seminggu kemudian. Tetapi di luar dugaanku, karena justru hal ini malah membuatnya senang karena itu berarti dia bisa tinggal untuk bercinta bersamaku selama seminggu. Setelah itu, aku dan Ingrid terus menerus bercinta di rumahku sampai dengan Ibuku kembali dari luar kota.